Jumat, 27 Januari 2012

Aksara Jawa dan Dewata Cengkar

pada jaman dulu, di Pulau Majethi, hidup seorang satria bernama Ajisaka. Selain ganteng, Ajisaka juga punya ilmu tinggi dan sakti. Ajisaka punya dua orang punggawa bernama Dora san Sembada. Dua orang itu sangat setia dan nurut sama Ajisaka. Suatu hari, Ajisaka ingin pergi berkelana, bertualang meninggalkan Pulau Majethi. Dora pergi menemani Ajisaka sedangkan Sembada tetap tinggal di Pulau Majethi karena Ajisaka memerintahkan Sembada untuk menjaga pusaka Ajisaka yg paling sakti. Ajisaka berpesan pada Sembada bahwa Sembada ga boleh menyerahkan pusaka itu kepada siapapun kecuali Ajisaka.
Nah, pada waktu itu di Jawa ada negara yang terkenal makmur, aman, dan damai, yang berjudul Medhangkamulan. Negara itu dipimpin oleh Prabu Dewatacengkar, raja yang berbudi luhur dan bijaksana. Seuatu hari, juru masak kerajaan tidak sengaja memotong jarinya waktu masak. Juru masak itu ga sadar bahwa potongan jarinya masuk ke hidangan yang akan disuguhkan kepada Sang Raja. Tanpa sengaja juga, jari itu termakan oleh Prabu Dewatacengkar. Ga disangka, Prabu Dewatacengkar merasa daging yang dia makan sangat lezat, kemudian ia mengutus patihnya menanyai juru masak kerajaan. Ternyata kemudian diketahui bahwa yang tadi dimakan oleh Prabu Dewatacengkar adalah daging manusia, ia memerintahkan kepada patihnya untuk menyiapkan seorang rakyatnya untuk disantap setiap harinya. Sejak itu Prabu Dewatacengkar punya hobi baru, yaitu makan danging manusia. Wataknya berubah jadi jahat dan senang melihat orang menderita. Negara itu berubah jadi negara yang sepi karena satu per satu rakyatnya dimakan oleh rajanya, ada juga rakyat yang lari menyelamatkan diri. Sang Patih bingung, karena ga ada lagi rakyat yang bisa disuguhkan kepada rajanya.
Saat itulah Ajisaka bersama Dora sampe di Medhangkamulan. Ajisaka heran melihat keadaan negara yang sunyi dan menyeramkan itu, kemudian ia mencari tahu sebabnya. Setelah tau apa yang terjadi di Medhangkamulan. Ajisaka lalu menghadap Patih, menyatakan bahwa ia sanggup menjadi santapan Sang Raja. Awalnya Sang Patih tidak mengijinkan Ajisaka yang masih muda dan (ehem..) ganteng jadi santapan Prabu Dewatacengkar, tapi Ajisaka tetep maksa sampe akhirnya dia dibawa juga untuk menghadap Prabu Dwatacengkar. Sang Prabu juga heran, kenapa orang yang masih muda dan tampan mau-mau aja jadi santapannya. Ajisaka mengajukan syarat, dia rela dimakan Sang Prabu asal dia dihadiahi tanah seluas ikat kepalanya. Selain itu, Ajisaka juga minta Prabu Dewatacengkar sendiri yang mengukur tanah tersebut. Permintaan itu dikabulkan oleh Sang Prabu. Ajisaka kemudian meminta Prabu Dewatacengkar menarik salah satu ujung ikat kepalanya. Ajaibnya, ikat kepala itu mulur terus kayak ga ada habisnya. Prabu Dewatacengkar terpaksa mundur dan mundur terus mengikuti ikat kepala itu sampe di tepi laut selatan. Ajisaka mengibaska ikat kepala tersebut, hal ini membuat Prabu Dewatacengkar terlempar ke laut. Wujud Prabu Dewatacengkar lalu berubah menjadi buaya putih, sedangkan Ajisaka menjadi raja di Medhangkamulan.
Setelah jadi raja, Ajisaka menyuruh Dora pergi ke Pulao Majethi untuk ngambil pusaka yang dijaga oleh Sembada. Sampe di Pulau Majethi, Dora menjelaskan pada Sembada bahwa dia datang atas perintah Ajisaka untuk mengambil pusaka yang dijaga Sembada. Sembada yang patuh pada pesan Ajisaka ga mau ngasih pusaka itu ke Dora. Dora memaksa agar pusaka itu diserahkan ke dia. Akhirnya dua orang itu bertarung. Karena dua-duanya sama-sama sakti, pertarungan berlangsung seru sampai mereka berdua tewas.
Prabu Ajisaka mendengar kabar kematian Dora san Sembada. Dia menyesal mengingat kelalaiannya dan kesetiaan Dora dan Sembada. Untuk mengabadkan dua punggawanya itu Ajisaka menciptakan sebuah aksara yang bunyinya :
ha na ca ra ka
Ana utusan (ada utusan)
da ta sa wa la
Padha kekerengan (saling berselisih pendapat)
pa dha ja ya nya
Padha digdayané (sama-sama sakti)
ma ga ba tha nga
Padha dadi bathangé (sama-sama mejadi mayat)

Selasa, 24 Januari 2012

MENGENAL NU DAN MUHAMADIYAH

Perbedaan antara NU dan Muhammadiyah di seputar ibadat, sesungguhnya tidak masuk hal yang bersifat prinsip. Perbedaan itu misalnya, dalam jumlah roka’at dalam sholat tarweh, menggunakan kunut dan tidak, menggunakan usholli dalam mengawali sholat atau tidak, sholat hari raya di masjid atau di lapangan, sholat jum’at menggunakan adzan sekali atau dua kali, pakai kopyah atau tidak dan semacamnya. Di luar peribadatan itu masih ada perbedaan lain, misalnya orang NU suka kenduri sedang orang Muhammadiyah tidak mau mengundang, tetapi masih mau diundang. Kesediaan menghadiri undangan kenduri bagi Muhammadiyah lantas juga melahirkan kritik dari orang-orang NU. Misalnya orang Muhammadiyah mau diberi tetapi tidak mau memberi.

Perbedaan faham keagamaan tersebut menjadikan masyarakat terprakmentasi secara tajam. Akan tetapi, sebagaimana masyarakat desa pada umumnya, masih memiliki lembaga yang mampu menyatukan di antara kelompok-kelompok itu. Misalnya, peristiwa pernikahan, khitanan, kematian, kegiatan desa yang terkait dengan pemerintahan dan sejenisnya. Betapapun tajamnya perbedaan itu tetapi dengan mudah dapat disatukan kembali.

Perbedaan pandangan itu, biasanya dilontarkan dalam bentuk sindiran dan bahkan juga ejekan. Sindiran atau ejekan kepada kelompok lain, jika dimaksudkan sebagai cara dakwah untuk membangun kesadaran orang lain, sesungguhnya justru kontra produktif. Sindiran atau ejekan itu tidak akan menghasilkan apa-apa kecuali kebencian. Dan seseorang yang dibuat benci tidak akan mengikuti pikiran, apalagi jejak langkah orang yang melontarkan kritik dan ejekan itu. Oleh karena itu, saya kira perkembangan dakwah Muhammadiyah yang tidak terlalu berhasil dengan cepat, sebagai salah satu sebabnya, cara dakwahnya dilakukan melalui kritik-kritik itu.

Gambaran tentang NU dan Muhammadiyah seperti itulah yang saya lihat dan rasakan t tatkala saya masih tinggal di desa, semasa remaja. Saya juga belum tertarik dengan Muhammadiyah ketika itu, dan bahkan ada perasaan kurang bersimpatik jika mereka mengkritik ayah saya terlalu tajam. Saya berpandangan ketika itu, jika saja faham keagamaan itu disampaikan dengan pendekatan yang tepat, sehingga tidak melukai hati atau perasaan orang, maka saya berkeyakinan Muhammadiyah akan segera diterima masyarakat lebih cepat dan semakin meluas.

Mengikuti konsep yang akhir-akhir ini dilontarkan oleh beberapa anggota Pimpinan Pusat Muhammadiyah tentang dakwah cultural, mungkin itu lebih tepat dijalankan. Saya berkeyakinan, andaikan Muhammadiyah menggunakan pendekatan kultural, dan tidak melakukan pendekatan menang kalah sebagaimana yang banyak dilakukan pada saat itu, maka faham ini tidak akan menemui resistensi yang cukup kuat. Tokh perbedaan-perbedaan itu sesungguhnya juga tidaklah terlalu mendasar. Apalagi NU sendiri sesungguhnya sangat toleran terhadap perbedaan itu. Mereka sudah terbiasa dengan pandangan berbagai imam madzhab, sehingga apa yang diintrodusir oleh Muhammadiyah sesungguhnya juga bukan dianggap hal baru. Jika ketika itu kegiatan dakwah dilakukan dengan hati-hati, ------tidak terasakan nuansa menang dan kalah, maka umat Islam tidak akan terpolarisasi sebagaimana yang terjadi sekarang ini, yang ternyata tidak mudah untuk diutuhkan kembali.

Semangat dan gerakan dakwah, menyampaikan risalah rasulullah, sebagaimana telah banyak dilakukan, baik oleh NU maupun Muhammadiyah adalah merupakan misi yang sangat terpuji dan mulia. Akan tetapi, menurut al Qur’an dan juga Hadits Nabi hal itu harus dilakukan dengan penuh hikmah, agar jangan sampai menimbulkan perasaan sakit hati, yang kemudian berujung terjadi perpecahan. Selain itu, apapun dalih yang digunakan, semestinya cara-cara dakwah tidak boleh mengganggu kesatuan dan persatuan umat Islam. Umat Islam harus tetap bersatu. Begitulah pesan al Qur’an maupun tauladan Rasulullah saw. Allahu a’lam

Aku Sang Juara

Kini aku bisa melangkah dengan tagap dan gagahnya
Walau aku orang desa
Aku bisa kuliah di kota
di perguruan tinggi negeri ternama

Ketika Aku masih TK dulu
aku pandai menari dan menyanyikan lagu
seperti yang diajarkan guruku
kata ibu bapak ku
itulah anakku

saat aku di SD
ku selalu dpatkan nilai sepuluh
Kata guru TK
" dulu dia saya yang mengajar "

saat duduk di bangku SMP
aku jadi bintangnya kelas
semua guru mnyayangiku
Apa yng dikata guruku di SD dulu
" Dia dulu muridku "

diwaktu SMA aku menjadi pelajar berprestasi
membuat orang lain iri
apa yang dikata guruku SMP
" Siapa dulu gurunya "

saat ini aku kuliah
dengan beasiswa dengan bangganya
Ibu bapakku dengan membusungkan dada
itu anak saya
guruku diwaktu SMA berkata
" Kamu anak yang baik,
Apa yang kamu raih hari ini
adalah Usahamu
Kami tak berhak atas apa yang kamu raih "

Saat aku jadi juara Copet
Saat aku jadi pelacur
Saat aku jadi penghuni hotel prodeo
Apakah kalimat itu akan kudengar
" aku yang mengajar "
" dia itu muridku "
" aku ini gurunya "
Tentu tidak
dan tidak akan pernah kudengar
Mereka bilang
" Waktu kamu sekolah dulu nakal "
" jadi murid nakal "
" jadi murid tdk punya sopan santun "

Bderlahan ku dengar suara lirih
" Kamu anak yang baik,
Apa yang kamu raih hari ini adalah usahamu
masih ada jalan untukmu berbuat baik "

Aku Bukan Sarjana


Aku memang bukan seorang Sarjana
yang lulus dari fakultas ternama
dari perguruan tinggi ternama

Aku pula bukan lulusan Pondok pesantren besar
yang tenar
Mengkaji kitab-kitab besar
Dengan Guru para kyai besar

Aku hanya belajar dari penderitaan
berguru pada pengalaman
Mahaguruku kyai kecil
ustad miskin
yang tak terkenal
yang tak tenar
seperti para artis
yang tak termasyhur
yang dihormati banyak orang
seperti politisi atau pejabat

Guruku bangga memiliki murid seperti aku
walau bukan sarjana
muridku kini
ada yang jadi tentara
ada yang pejabat
sarjana
bahkan dosen
ada pula yang jadi guru rendahan seperti aku

Akupun bangga pada murid-muridku
yang lebih mapan ilmunya
mapan sosialnya

Dikutip dari Sambutan Perpisahan Kelas III E MTs Darul Ulum
Tahun 1995
Oleh Bpk. Ahmad Mansyur ( Wali Kelas III E )

Minggu, 15 Januari 2012

Permainan TONNIS

Assalamu’alaikum,,,wr wb
ketemu lagi bersama aye di danteSkaze blog nya bukan blog biasa.he he he
untuk kesempatan ini saya ingin membahas tentang suatu pernikahan. eits, jangan di close dulu, karena ada hal yang menarik dalam pernikahan yang akan saya bahas ini, apa itu?ya….pernikahan ini bukan antara dua insan manusia yang saling jatuh cinta dan ingin membangun bahtera rumah tangga lho??ini mengenai cabang olahraga yang dikawinin sehingga bertelor menjadi satu cabang olah raga yang baru dengan sistem peraturan yang diambil dari pada perpaduan antara peraturan – peraturan nyak babe nya tadi. adalah TONNIS nama dari cabang olah raga itu. hasil perkawinan antara badminton dan tennis (Nyak Babe nya tuh).yang jadi penghulunya (penciptanya)  adalah Sri Haryono SPd MOr dan Drs Tri Nurharsono MPd mereka adalah para dosen FIK UNNESTonnis Termasuk permainan bola kecil. Raket Tonnis (PADDLE) terbuat dari kayu multiflex, kayu segi empat dengan bagian tengah nya bolong – bolong kecil berukuran panjang 8 cm dan lebar 20 cm. dengan ketebalan kayunya 8 – 12 mm. so…panjang tu Paddle  secara keseluruhan 32 cm (sudah termasuk pegangannya).
kemudian lapangannya. lapangan Tonnis hampir sama dengan lapangan NYaknya, yaitu badminton. bedanya kalo Tonnis cuma pake Net setinggi 85 cm, hampir sama ama tingginya net tennis lapangan.Satu lapangan Tonnis hanya membutuhkan lahan dengan ukuran 13,40 meter dan lebar 6,10 meter.bisa dibilang Tonnis menggunakan lapangan badminton dengan net tennis lapangan.agak rumit ya?tapi sebetulnya enggak juga sih kalu ente memperhatikan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat singkatnya………Bentuk bola yang digunakan dalam  tonnis sama dengan bolayang digunakan pada  tennis lapangan. Namun, disini bolanya lebih ringan dan lebih lentur sehingga kalau dipukul lajunya tidak terlalu kenceng seperti bola tennis.dan kalau ditekan pake tangan bisa gepeng,,
cara mainnya, mirip mirip mirip sama badminton. game point nya 21, dan jika terjadi RUBBER SET diadakan set ketiga.jika terjadi deuce (dibaca : yus) 20-20 diadakan tambahan point 3.tapi jika yus nya berulang ulang sampai 4 kali seperti contoh, 21-21, 22-22,23-23, 24-24 maka barang siapa yang bisa mencapai angka 25 terlebih dahulu dia yang jadi pemenang.ya iyalah kalau deuce nya berkali kali bisa ampe lebran monyet juga kagak kelar – kelar bang…………..
nah segitu dulu seputar dari pada permainan Bola tonnis, permainan yang diciptakan oleh dosen unnes ini semoga bisa menambah pengetahuan kita mengenai olahraga dan semoga bisa memacu kita untuk terus berolah raga.
SALAM OLAH RAGA

Kamis, 12 Januari 2012

RAMALAN 7 SATRIO PININGIT RONGGOWARSITO

Dipaparkan ada tujuh satrio piningit yang akan muncul sebagai tokoh yang dikemudian hari akan memerintah atau memimpin wilayah seluas wilayah “bekas” kerajaan Majapahit , yaitu : Satrio Kinunjoro Murwo Kuncoro, Satrio Mukti Wibowo Kesandung Kesampar, Satrio Jinumput Sumelo Atur, Satrio Lelono Topo Ngrame, Satrio Piningit Hamong Tuwuh, Satrio Boyong Pambukaning Gapuro, Satrio Pinandito Sinisihan Wahyu.
Berkenaan dengan itu, banyak kalangan yang kemudian mencoba menafsirkan ke-tujuh Satrio Piningit itu adalah sebagai berikut :
1. SATRIO KINUNJORO MURWO KUNCORO. Tokoh pemimpin yang akrab dengan penjara (Kinunjoro), yang akan membebaskan bangsa ini dari belenggu keterpenjaraan dan akan kemudian menjadi tokoh pemimpin yang sangat tersohor diseluruh jagad (Murwo Kuncoro). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soekarno, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia yang juga Pemimpin Besar Revolusi dan pemimpin Rezim Orde Lama. Berkuasa tahun 1945-1967.
2. SATRIO MUKTI WIBOWO KESANDUNG KESAMPAR. Tokoh pemimpin yang berharta dunia (Mukti) juga berwibawa/ditakuti (Wibowo), namun akan mengalami suatu keadaan selalu dipersalahkan, serba buruk dan juga selalu dikaitkan dengan segala keburukan / kesalahan (Kesandung Kesampar). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Soeharto, Presiden Kedua Republik Indonesia dan pemimpin Rezim Orde Baru yang ditakuti. Berkuasa tahun 1967-1998.
3. SATRIO JINUMPUT SUMELA ATUR. Tokoh pemimpin yang diangkat/terpungut (Jinumput) akan tetapi hanya dalam masa jeda atau transisi atau sekedar menyelingi saja (Sumela Atur). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai BJ Habibie, Presiden Ketiga Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1998-1999.
4. SATRIO LELONO TAPA NGRAME. Tokoh pemimpin yang suka mengembara / keliling dunia (Lelono) akan tetapi dia juga seseorang yang mempunyai tingkat kejiwaan Religius yang cukup / Rohaniawan (Tapa Ngrame). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai KH. Abdurrahman Wahid, Presiden Keempat Republik Indonesia. Berkuasa tahun 1999-2000.
5. SATRIO PININGIT HAMONG TUWUH. Tokoh pemimpin yang muncul membawa kharisma keturunan dari moyangnya (Hamong Tuwuh). Tokoh yang dimaksud ini ditafsirkan sebagai Megawati Soekarnoputri, Presiden Kelima Republik Indonesia. Berkuasa tahun 2000-2004.
6. SATRIO BOYONG PAMBUKANING GAPURO. Tokoh pemimpin yang berpindah tempat (Boyong) dan akan menjadi peletak dasar sebagai pembuka gerbang menuju tercapainya zaman keemasan (Pambukaning Gapuro). Banyak pihak yang menyakini tafsir dari tokoh yang dimaksud ini adalah Susilo Bambang Yudhoyono. Ia akan selamat memimpin bangsa ini dengan baik manakala mau dan mampu mensinergikan dengan kekuatan Sang Satria Piningit atau setidaknya dengan seorang spiritualis sejati satria piningit yang hanya memikirkan kemaslahatan bagi seluruh rakyat Indonesia sehingga gerbang mercusuar dunia akan mulai terkuak. Mengandalkan para birokrat dan teknokrat saja tak akan mampu menyelenggarakan pemerintahan dengan baik. Ancaman bencana alam, disintegrasi bangsa dan anarkhisme seiring prahara yang terus terjadi akan memandulkan kebijakan yang diambil.

7. SATRIO PINANDITO SINISIHAN WAHYU.
Tokoh pemimpin yang amat sangat Religius sampai-sampai digambarkan bagaikan seorang Resi Begawan (Pinandito) dan akan senantiasa bertindak atas dasar hukum / petunjuk Allah SWT (Sinisihan Wahyu). Dengan selalu bersandar hanya kepada Allah SWT, Insya Allah, bangsa ini akan mencapai zaman keemasan yang sejati.
Dari kajian karya-karya leluhur kita di atas menyiratkan bahwa segala sesuatunya memang harus dan akan terjadi dan tidak dapat ditolak. Sementara berkaitan dengan bencana terakhir yang terjadi, yaitu meletusnya Gunung Merapi yang kemudian disusul dengan Gempa Yogya dan Pangandaran, serta Semburan Lumpur Panas Sidoarjo yang tak kunjung berhenti merupakan realita ucapan “Sabda Palon” kepada Prabu Brawijaya dan Sunan Kalijaga. Berikut ini saya paparkan Ramalan Sabdo Palon :
1. Ingatlah kepada kisah lama yang ditulis di dalam buku babad tentang negara Mojopahit. Waktu itu Sang Prabu Brawijaya mengadakan pertemuan dengan Sunan Kalijaga didampingi oleh Punakawannya yang bernama Sabda Palon Naya Genggong.
2. Prabu Brawijaya berkata lemah lembut kepada punakawannya: “Sabda Palon
sekarang saya sudah menjadi Islam. Bagaimanakah kamu? Lebih baik ikut Islam sekali, sebuah agama suci dan baik.”
3. Sabda Palon menjawab kasar: “Hamba tak mau masuk Islam Sang Prabu, sebab saya ini raja serta pembesar Dang Hyang se tanah Jawa. Saya ini yang membantu anak cucu serta para raja di tanah jawa. Sudah digaris kita harus berpisah.
4. Berpisah dengan Sang Prabu kembali ke asal mula saya. Namun Sang Prabu kami mohon dicatat. Kelak setelah 500 tahun saya akan mengganti agama Budha (maksudnya Kawruh Budi) lagi, saya sebar seluruh tanah Jawa.
5. Bila ada yang tidak mau memakai, akan saya hancurkan. Menjadi makanan jin setan dan lain-lainnya. Belum legalah hati saya bila belum saya hancur leburkan. Saya akan membuat tanda akan datangnya kata-kata saya ini. Bila kelak Gunung Merapi meletus dan memuntahkan laharnya.
6. Lahar tersebut mengalir ke barat daya. Baunya tidak sedap. Itulah pertanda kalau saya datang. Sudah mulai menyebarkan agama Buda (Kawruh Budi). Kelak Merapi akan bergelegar. Itu sudah menjadi takdir Hyang Widi bahwa segalanya harus bergantian. Tidak dapat bila diubah lagi.
7. Kelak waktunya paling sengsara di tanah Jawa ini pada tahun: Lawon Sapta Ngesthi Aji. Umpama seorang menyeberang sungai sudah datang di tengah-tengah. Tiba-tiba sungainya banjir besar, dalamnya menghanyutkan manusia sehingga banyak yang meninggal dunia.
8. Bahaya yang mendatangi tersebar seluruh tanah Jawa. Itu sudah kehendak Tuhan tidak mungkin disingkiri lagi. Sebab dunia ini ada ditangan-Nya. Hal tersebut sebagai bukti bahwa sebenarnya dunia ini ada yang membuatnya.
9. Bermacam-macam bahaya yang membuat tanah Jawa rusak. Orang yang bekerja hasilnya tidak mencukupi. Para priyayi banyak yang susah hatinya. Saudagar selalu menderita rugi. Orang bekerja hasilnya tidak seberapa. Orang tanipun demikian juga. Penghasilannya banyak yang hilang di hutan.
11. Manusia bingung dengan sendirinya sebab rebutan mencari makan. Mereka tidak mengingat aturan negara sebab tidak tahan menahan keroncongannya perut. Hal tersebut berjalan disusul datangnya musibah pagebluk yang luar biasa. Penyakit tersebar merata di tanah Jawa. Bagaikan pagi sakit sorenya telah meninggal dunia.
12. Bahaya penyakit luar biasa. Di sana-sini banyak orang mati. Hujan tidak tepat waktunya. Angin besar menerjang sehingga pohon-pohon roboh semuanya. Sungai meluap banjir sehingga bila dilihat persis lautan pasang.
13. Seperti lautan meluap airnya naik ke daratan. Merusakkan kanan kiri. Kayu-kayu banyak yang hanyut. Yang hidup di pinggir sungai terbawa sampai ke laut. Batu-batu besarpun terhanyut dengan gemuruh suaranya.
14. Gunung-gunung besar bergelegar menakutkan. Lahar meluap ke kanan serta ke kiri sehingga menghancurkan desa dan hutan. Manusia banyak yang meninggal sedangkan kerbau dan sapi habis sama sekali. Hancur lebur tidak ada yang tertinggal sedikitpun.
15. Gempa bumi tujuh kali sehari, sehingga membuat susahnya manusia. Tanahpun menganga. Muncullah brekasakan yang menyeret manusia ke dalam tanah. Manusia-manusia mengaduh di sana-sini, banyak yang sakit. Penyakitpun rupa-rupa. Banyak yang tidak dapat sembuh. Kebanyakan mereka meninggal dunia.
16. Demikianlah kata-kata Sabda Palon yang segera menghilang sebentar tidak tampak lagi dirinya. Kembali ke alamnya. Prabu Brawijaya tertegun sejenak. Sama sekali tidak dapat berbicara. Hatinya kecewa sekali dan merasa salah. Namun bagaimana lagi, segala itu sudah menjadi kodrat yang tidak mungkin diubahnya lagi.
Keterangan :
Tanggal 13 Mei 2006 lalu bertepatan dengan hari Waisyak (Budha) dan hari Kuningan (Hindu), Gunung Merapi telah mengeluarkan laharnya ke arah Barat Daya (serta merta pada waktu itu ditetapkan status Merapi dari “Siaga” menjadi “Awas”). Dari uraian Ramalan Sabdo Palon di atas, maka dengan keluarnya lahar Merapi ke arah Barat Daya menandakan bahwa Sabdo Palon sudah datang kembali. 500 tahun setelah berakhirnya Majapahit (Th 1500 an) adalah sekarang ini di tahun 2000 an.
Sampai dengan redanya, letusan Merapi hanya memakan korban 2 orang meninggal. Sebelum letusan itu Sri Sultan Hamengkubuwono X menyatakan bahwa Merapi akan meletus dalam waktu 10 hari, ternyata tidak terbukti.
Karena ucapan yang mendahului kehendak Allah (ndisiki kerso) yang tidak sepatutnya dilontarkan secara vulgar oleh seorang “raja”, maka Jogja pun digoyang gempa (disusul Pangandaran) yang banyak memakan korban jiwa dan harta benda. Bahkan kita semua tidak tersadar bahwa Merapi sebenarnya tetap meletus, namun berpindah tempat di Sidoarjo dengan semburan lumpur panasnya yang beracun. Semburan lumpur panas ini merupakan peristiwa yang sangat luar biasa yang dampaknya akan banyak menyedot dana dan memakan korban jiwa. Secara penglihatan spiritual, teknologi apapun dan kesaktian paranormal/ulama se-nusantarapun tidak akan mampu menghentikan semburan lumpur ini. Bahkan peristiwa ini akan berpotensi memicu terjadinya chaos (goro-goro) yang pada gilirannya akan dapat menjatuhkan pemerintah. Sementara bencana-bencana ini akan terus berlanjut. Hanya seorang Waliyullah (kekasih Allah) saja yang dapat meredakan semuanya. Namun sayang, orang seperti ini selalu saja sangat tersembunyi.
Semua peristiwa alam yang terjadi adalah merupakan peristiwa gaib, karena semua terjadi karena kehendak Yang Maha Gaib, Allah Azza wa Jalla. Sehingga tidak dapat dilawan dengan kesombongan akal pikiran.
Solusi atau jawaban tentang apa yang terjadi pada bangsa ini sebenarnya telah ada di dalam misteri bait-bait Ramalan Joyoboyo, R.Ng. Ronggowarsito maupun Sabdo Palon. Kebenaran selalu saja tersembunyi. Kata sandi dari jawaban misteri ini adalah : JOGLOSEMAR. Joglo telah runtuh, yang ada tinggal Semar.
Inilah hakekat kondisi negara saat ini. Sebagai panduan perlu saya garis bawahi kata kunci yang ada di dalam bait-bait karya leluhur kita, yaitu :
Di dalam ramalan R.Ng. Ronggowarsito menyiratkan bahwa Satria VI (Satriyo Boyong Pambukaning Gapura) harus menemukan dan bersinergi dengan seorang spiritualis sejati satria piningit (tersembunyi) agar kepemimpinannya selamat.
Dalam bait 22 ramalan Joyoboyo dikatakan “Di Semarang Tembayat itulah yang mengerti dan memahami lambang tersebut.”
Dari ucapan Sabdo Palon dalam ramalan Sabdo Palon tersirat bahwa dengan fenomena alam yang digambarkan (seperti yang terjadi saat ini) menandakan bahwa Sabdo Palon beserta momongan (asuhan) nya telah datang untuk mem-Budi Pekertikan bangsa ini (secara rinci terdapat di dalam Serat Darmogandul). Sabdo Palon secara hakekat adalah Semar.
JOGLOSEMAR = Jogja – Solo – Semarang. Dari peristiwa gempa Jogja telah membuktikan bahwa kerajaan Mataram Jogja & Solo sudah tidak memiliki aura lagi. Hal ini terbukti dengan hancurnya Bangsal Traju Mas (tempat penyimpanan pusaka kerajaan) dan Tamansari (tempat pertemuan raja dengan Kanjeng Ratu Kidul). Hal lain adalah robohnya gapura makam HB IX (Jogja) dan PB XII (Solo) di kompleks makam raja-raja Imogiri, sebagai perlambang bahwa Keraton Jogja – Solo sudah tidak memiliki aura dan kharisma. Sehingga yang tersisa tinggallah “Semarang” (Mataram Kendal).
Sebagai masukan kepada Yang Mulia Presiden SBY guna mengatasi carut marut yang terjadi pada bangsa ini, saya menyarankan :
”Kumpulkanlah ahli-ahli Thoriqoh negeri ini yaitu mursyid/syeh-syeh yang telah mencapai maqom “Mukasyafah”, Pedanda-pedanda sakti agama Hindu, Bhiksu-bhiksu agama Budha yang telah sempurna, serta kasepuhan waskito dari Keraton Jogja, Solo & Cirebon, untuk bersama-sama memohon petunjuk kepada Allah SWT mencari siapa sosok orang yang mampu mengatasi keadaan ini dan mencari jawab dari misteri ramalan para leluhur di atas. Gunakan 4 point panduan saya untuk memandu mereka. Insya Allah, jika Allah Azza wa Jalla memberikan ijin dan ridho-Nya akan diketemukan jawabannya.”
Sebagai catatan akhir dapat di garis bawahi hal-hal sebagai berikut :
1. Guna mengatasi kondisi bangsa seperti sekarang ini (khususnya fenomena “Semburan Lumpur Sidoarjo” ), saya menyarankan : “Jangan terlalu mengandalkan akal / penalaran (lahiriah), tetapi utamakanlah hal yang bersifat Batin. Berpeganglah kembali kepada sebenar-benar SYAHADAT, yaitu yang pertama bersaksi tiada sesembahan lain selain Allah (Yang Maha Gaib), dan kemudian bersaksi bahwa Muhammad (manusia) adalah utusan Allah.” Maknanya: ALLAH (Yang Maha Gaib) mutlak diutamakan. Batin adalah lambang yang gaib. Sedangkan Muhammad (manusia yang bersifat lahir) adalah utusan Allah. Dengan arti kata lain, yang “Lahir” adalah utusannya yang “Batin”. Kondisi saat ini faktanya telah meninggalkan “Syahadat”. Apa yang diucapkan sangat tidak sesuai dengan apa yang dilakukan. Lahir diutamakan, sedangkan Batin di-nomor dua-kan dan bahkan ditinggalkan.
2. Semburan lumpur panas di Sidoarjo secara hakekat merupakan tanda / lambang bakal munculnya “Kebangkitan Majapahit II”. Ini merupakan fenomena awal dari ucapan Bung Karno bahwa suatu saat Indonesia akan menjadi “Mercusuar Dunia”.
3. Jawaban dan solusi guna mengatasi carut marut keadaan bangsa ini ada di “Semarang Tembayat” yang telah diungkapkan oleh Prabu Joyoboyo.
Guna membantu memecahkan misteri ini dapatlah saya pandu sebagai berikut :
1. Sunan Tembayat adalah Bupati pertama Semarang. Sedangkan tempat yang dimaksud adalah lokasi dimana Kanjeng Sunan Kalijaga memerintahkan kepada . Sunan Tembayat untuk pergi ke Gunung Jabalkat (Klaten). Secara potret spiritual, lokasi itu dinamakan daerah “Ringin Telu” (Beringin Tiga), berada di daerah pinggiran Semarang.
2. Semarang Tembayat juga bermakna Semarang di balik Semarang. Maksudnya adalah di balik lahir (nyata), ada batin (gaib). Kerajaan gaib penguasa Semarang adalah “Barat Katiga”. Insya Allah lokasinya adalah di daerah “Ringin Telu” itu.
3. Semarang Tembayat dapat diartikan : SEMARANG TEMpatnya BArat DaYA Tepi. Dapat diartikan lokasinya adalah di Semarang pinggiran arah Barat Daya. Ini merupakan deteksi gambaran secara spiritual.

Sabtu, 07 Januari 2012

Beasiswa S1 Sampoerna School of Education (SSE) 2012/2013

InfoBeasiswaS1 – Tertarik menjadi seorang pengajar? Tertarik untuk mendalami Matematika atau Bahasa Inggris secara lebih mendalam? Selain itu, ingin mendapat beasiswa selama masa studi di universitas? Ayo, buruan daftar beasiswa S1 keguruan dari Sampoerna School of Education (SSE). Program Bantuan Biaya Pendidikan (Student Financing Program) gelombang pertama dibuka hingga 23 Januari 2012.
Sekilas tentang Sampoerna School of Education (SSE)
SSE menawarkan 2 program studi:
  • Matematika
  • Bahasa Inggris
Program pendidikan di SSE berlangsung selama 4 tahun dan memberikan konsep dasar yang kuat pada mahasiswa untuk menjadi tenaga pengajar setelah lulus. Konsep-konsep yang diberikan meliputi: pengembangan manusia, teknologi pendidikan, keragaman, kurikulum, dan proses belajar-mengajar.
Program kuliah dikemas dalam bentuk perkuliahan formal, seminar, pengajaran, praktikum, dan proyek akhir program.
Persyaratan Pelamar Beasiswa:
  • Warga Negara Indonesia (WNI)
  • Lulusan SMA atau SMK tahun 2010, 2012, atau 2012
  • Untuk program studi Matematika: berasal dari SMA jurusan IPA atau SMK jurusan teknik mesin atau teknik informatika
  • Untuk program studi Bahasa Inggris: terbuka untuk semua lulusan SMA dan SMK dari berbagai jurusan.
  • Nilai rata-rata raport minimal 7,00 dan nilai Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris minimal 7,00 selama SMA
  • Membuat essay singkat (maksimal 500 kata) dengan tema: bagaimana anda melihat student financing sebagai suatu kesempatan dalam hidup anda.
  • Memiliki prestasi akademik dan non-akademik selama SMA, dibuktikan dengan fotokopi piagam dan ditulis dalam surat rekomendasi dari guru sekolah
  • Lolos seluruh proses seleksi (ada 2 tahap)

    Dokumen yang dibutuhkan untuk melamar beasiswa:
    Berikut adalah dokumen-dokumen yang harus disertakan bersamaan dengan formulir beasiswa:
  • Fotokopi raport dari kelas 10 hingga kelas 12 semester terakhir (dilegalisir)
  • Hasil UAN SMA (untuk lulusan tahun 2010 dan 2011). Untuk lulusan tahun 2012, ijazah dapat disusulkan.
  • 2 lembar fotokopi KTP/kartu pelajar/identitas lainnya
  • 2 foto berwarna ukuran 4×6
  • Fotokopi tagihan listrik, PAM, dll
  • 2 buah surat referensi dari 2 orang yang mengenal Anda di SMA, seprti Kepala Sekolah, Wali Kelas, Guru BK, Guru Mata Pelajaran, dll. Format surat referensi ada dalam formulir pendaftaran.
  • 1 lembar fotokopi KTP orang tua/wali
  • 1 lembar fotokopi kartu keluarga (KK)
  • 1 lembar surat keterangan kesehatan yang  menyatakan bebas narkoba dan tidak buta warna. Surat keterangan kesehatan dapat dikeluarkan oleh puskemas, dokter, atau instansi kesehatan lainnya.
Formulir pendaftaran
Silakan download formulir beasiswa Sampoerna School of Education (SSE). Langsung klik di link yang ada. Untuk format surat referensi sudah ada di dalam file tersebut.
Proses Pendaftaran Beasiswa
  • Mendownload formulir beasiswa (ada pada link di atas)
  • Mengembalikan formulir, baik diantarkan langsung atau dikirimkan melalui pos
  • Tahap 1: Seleksi dokumen
  • Tahap 2: Ujian Saringan Masuk (USM), terdiri dari Tes Psikologi + Bahasa Inggris dan/atau Matematika, wawacara, dan simulasi mengajar
  • Pengumuman hasil seleksi di www.sampoernaeducation.ac.id
Deadline
  • Gelombang 1:  23 Januari 2012
  • Gelombang 2: 20 April 2012
Informasi lebih lanjut
Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Panitia Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru
Sampoerna School of Education (SSE)
Mulia Business Park, Building D
Jl. M.T Haryono Kav.58-60
Pancoran, Jakarta Selatan – 12780
www.sampoernaeducation.ac.id